Masukan Kata Kunci Dalam Mencari

Selasa, 19 Juni 2012

MENDADAK BERATRIBUT AGAMA





MENDADAK BERATRIBUT AGAMA


Jakarta – Ada tren yang melanda tersangka korupsi perempuan saat digiring ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meupun ruang persidangan. Dalam beberapa kasus, mereka muncul dengan atribut tertutup, seperti jilbab bahkan cadar. Padahal, sebelum kasus mereka tampil terbuka.
            Contoh terbaru ketika tersangka kasus korupsi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Neneng Sri Wahyuni dibawa kekantor KPK pekan lalu. Ketika itu Neneng tampil dengan baju tertutup yang hanya menyisakan kedua matanya. Padahal, dalam dokumentasi istri tersangka korupsi Muhammad Nazaruddin ini, ia tak mengenakan jilbab atau cadar.
            Hingga sekarang Neneng masih mengenakan jilbab dan cadar ketika menjalani pemeriksaan oleh KPK. Kuasa hukum Neneng, Rufinus Hutahuruk, menyatakan tim kuasa hukum tidak pernah menanyakan masalah itu kepada kliennya. Menurut Rufinus, soal berpakaian tertutup adalah masalah pribadi Neneng yang tidak perlu diintervensi.
            “Wah,kita ngak sejauh itu pikirannya soal dia mengenakan busana Muslim. Kita pun tak pernah menanyakanya. Kita hanya mengurusi persoalan hukumnya,” kata Rufinus kepada Republika, senin (19/6).
            Selain Neneng, sejumlah tersangka korupsi yang tiba-tiba mengenakan pakaian Muslim adalah Nunun Nurbaeti dalam kasus dugaan korupsi cek pelawat, Yulianis dalam kasus dugaan korupsi Wisma Atlet SEA Games, dan Afriyani Susanti dalam kasus tabrakan maut di Tugu Tani yang menewaskan sembilan orang.
            Kuasa hukum Afriyani, Efrizal, menyatakan keputusan kliennya berkerudung tidak didasarkan pada anjuran dan imbauan pengacara atau keluarga. “Dia memutuskan sendiri mengenakan kerudung dan tidak ada rekayasa,” ujar Efrizal.
            Ketua umum PP Persaudaraan Muslimah, Nurul Hidayati, mengaku prihatin melihat pencitraan terpidana korupsi dengan atribut Muslim. “Disatu sisi secara pribadi merasa sedih dengan pencitraan terpidana yang menjadi identik dengan peci dan jilbab. Padahal, yang bersangkutan biasanya tidak berbusana seperti itu.” Ujar Nurul.
(Dikutip dari koran harian Republika. Rabu 20 Juni 2012/30 Rajab 1433 H, Kolom utama, oleh : Muhammad Hafil dan Indah Wulandari)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar